Ditulis oleh Istianah, S.Pd.I.
Pernah gak terbersit dalam hati kita…
“Ngapain sih ngajarin anak2 menghafal Al-Qur’an sejak kecil??? Masa kecil kan masa bermain, nanti kalau belajar terus dari kecil, besarnya mudah bosan belajar. Nanti, kalo gapuas bermain waktu kecil, besarnya ada sisi kekanakan yang terperangkap dlm tubuh orang dewasa.”
Itu teh kata siapa? Al-Qur’an? Hadits? Ulama? Ilmuwan? Ilmuwan islam bukan?
“Eh tapi bener lho, buktinya.. blablablabla”
Hmmmm, bener, atau kita cari pembenaran? Bukti yang bersebrangan pun banyak kok, yang justru terbiasa belajar dan menghafal dari kecil otaknya jaauuuh lebih encer. Lebih konsentrasi, lebih mudah menangkap pelajaran apapun itu.
Mungkin kita terlalu banyak nengok ke arah Barat. Coba pindahkan dulu sudut pandang ke sisi Timur…
Mengajak anak2 belajar, menghafal, tidak harus lantas membuat jatah bermainnya berkurang kok. Justru kita sedang mengajarkan untuk memenej waktu, memanfaatkan waktu sebaik2nya, memilah2 kapan waktu belajar dan kapan waktu bermain. Anak2 cenderung lebih teratur. Ini pengalaman saya ya..
Dan, kenapa Al-Qur’an?
Karna Al-Qur’an itu mudah. Jangan bandingkan sama kita yang sudah tua. Yang kita merasa sulit lalu berfikir, “kasian lah anakku kalo kecil2 udah disuruh menghafal seperti ini.” Karna justru, ingatan anak2 itu luar biasa. Kalau ibaratnya otak kita sudah tumpul, semakin dini otak mereka semakin runcing. Kadang kita cuma ngomong sekali, udah nempel. Apalagi kalau berkali-kali, kita siram kita siram.. insyaAllah akan terpahat dalam hati. Tidak terlupakan.
Janji Allah terhadap orang2 yang menjaga Al-Qur’an, akan diberkahi hidupnya, dipermudah jalannya, hatinya lebih tenang, lebih putih dan cenderung lurus. Gak neko2 biidznillah.
Mau anak kita terjaga? Kasih Al-Qur’an. Allah akan jaga dia. Allah akan muliakan dia bersama Al-Qur’an.
Benarlah, tahfizh adalah kualitas terbaik bersama anak. Kita mengajarkan, sambil mengajarkan pada diri sendiri. Mengaji bersama. Menghafal bersama. Sambil menanamkan nilai2 agama.
“Tapi, bacaan saya masih jelek. Ga panteslah. Ntar salah lagi ngajarinnya.”
Duduk bersama, sodorin speaker headset atau headphone murottal, setel qori’ yang bacaannya bagus. 15 menit saja, 3 hari insyaAllah sudah hafal satu surat. InsyaAllah tidak berat. Sedikit demi sedikit lama2 menjadi bukit. Lama2 satu Al-Qur’an gak terasa. Dan itu sudah dihafal di usia muda. Gak cepat hilang pula. MaasyaaAllah.
Usia itu cepat sekali berjalan, kalau sudah sibuk dengan Al-Qur’an di usia dini, jenjang berikutnya untuk belajar yang lain. Dan, insyaAllah lebih mudah. ???
Wallahu a’lam bishhowab.
Barakallahufiikum ?
