Ditulis oleh Ustadz Junaidi, S.H.
Di dalam Al-Qur’an kita akan dapati beberapa perbedaan dalam cara membaca Al-Qur’an, salah satu contohnya adalah panjangnya mad; ada yang dibaca 2 harokat (ketukan), 4 harokat bahkan sampai 6 harokat, dan itu tergantung kita membaca dengan kaidah bacaan riwayatnya siapa.
Di antara salah satu contoh lain adalah lafadz Maalik atau Malik di dalam surat Al-Fatihah. Apakah dibaca ‘Maaliki yaumiddien’ atau ‘Maliki yaumiddien’? jawabannya adalah keduanya benar karena masing-masing ada riwayatnya.
Dengan perbedaan ini justru bisa diambil suatu hikmah. Di antara hikmahnya yaitu: kata Maalik berarti Merajai sedang kata Malik berarti Mempunyai. Dan Allah azza wajalla adalah Dzat yang MERAJAI serta MEMILIKI karena;
Merajai belum tentu Memiliki, dan
Memiliki belum tentu Merajai.
Akan tetapi -sekali lagi- Allah-lah Dzat yang Merajai dan Memiliki, segala sesuatu dari ciptaan-Nya dari Alam Semesta ini. SubhanaAllah.
Semoga bermanfaat.
